Untitled Document
     
   
Senin, 24 Nopember 2014
Preview
Untitled Document
 
. Publikasi
. Layanan Informasi
 
 

Gambar : Memberikan kepuasan kepada pelanggan & masyarakat melalui produk & pelayanan bermutu berlandaskan 7 etos kerja.
Anda sedang ada di sini Halaman Utama > Produksi > Riset dan Pengembangan Produksi
Produksi
 
 
 
Riset dan Pengembangan Produksi
 
 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untitled Document
 
Sertifikasi Internasional
Klik di sini untuk detail
Klik di sini untuk detail

Fungsi penelitian dan pengembangan cukup strategis untuk pengembangan perusahaan pada masa yang akan datang. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi pengembangan usaha pokok, yang meliputi bidang produksi, distribusi, dan pemasaran.

Di bidang produksi, mengingat teknologi proses pembuatan amoniak/urea terus mengalami perkembangan yang berorientasi kepada proses hemat energi yang berwawasan lingkungan, secara berkelanjutan dilakukan pengkajian dan penerapan pada pabrik yang sudah ada dan pada pembangunan pabrik baru, yaitu :

  • Optimalisasi Pabrik
    • Pabrik Amoniak Pusri II,III dan IV
    • Pabrik Urea Pusri II
  • Penggantian pabrik lama dengan yang hemat energi
    • Proyek Pusri IB

 

>> Optimalisasi Pabrik Urea Pusri II (UOP)

Latar Belakang pelaksanaan proyek UOP karena kondisi reaktor urea PUSRI II sudah tidak layak lagi untuk dioperasikan lebih lama dan adanya proses pembuatan urea yang hemat energi (teknologi baru).

Dasar Pemikiran

  • Adanya kerusakan Titanium lining reaktor urea yang sudah cukup serius sehingga untuk perbaikannya memerlukan biaya yang cukup besdar dan waktu yang cukup lama setiap dilaksanakan turn around
  • Disain Prilling Tower yang dapat ditingkatkan kapasitasnya menjadi 1.725 ton/hari, saat itu baru dipergunakan untuk memproduksi urea dengan kapasitas 1.150 ton/hari.
  • Adanya proses pembuatan urea hemat energi yang dapat diterapkan pada pabrik yang ada.
  • Adanya kelebihan produksi amoniak Pusri IB sebesar 350MT/hari yang setara dengan produksi urea sekitar 600MT/hari.

Dasar yang menunjang dilakukannya optimalisasi

  • Dengan menerapkan proses hemat energi di unit sintesa sebagian besar peralatan di unit dekomposisi dan unit recovery masih mampu mengatasi kenaikan kapasitas produksi dengan hanya memerlukan modifikasi kecil pada beberapa pompa dan menambah 1 sel amoniak recovery absorber.
  • Pekerjaan konstruksi dapat dilaksanakan tanpa mengganggu pengoperasian pabrik, pekerjaan tie-in, modifikasi peralatan existing dapat dilaksanakan pada waktu pabtik TA sehingga diperoleh downtime yang paling singkat, kehilangan produksi minimal.
  • Ukuran prilling tower Pusri II sama dengan ukuran Prilling tower Pusri III, dan IV sehingga memungkinkan kapasitasnya ditingkatkan menjadi 1.725 ton/hari dengan melakukan modifikasi / penambahan beberapa peralatan seperti melter, ID fan, FD Fan, fluidizingcooler, dan lain-lain.

Sasaran proyek

Proyek Optimalisasi Pabrik Urea Pusri II merupakan proyek revamping dengan meningkatkan kapasitas produksi urea dari 1.150 mt/hari (380.000 ton per tahun) menjadi 1.725 MT / hari (570.000 ton/tahun) atau 150% dari kapasitas terpasang existing dan menurunkan konsumsi energi per ton urea sebesar 30%

Lingkup Proyek

Untuk mencapai sasaran tersebut di atas, lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah :

  • Mengganti reaktor urea lama dengan reaktor ACES dan menambah peralatan sintesa yang lain yaitu stripper, carbamate condenser, scrubber, steam drum, steam saturation drum, dan lain-lain.
  • Modifikasi, mengganti, dan menambah peralatan di unit dekomposisi, recovery dan finishing disesuaikan dengan proses baru dan peningkatan kapasitas pabrik.

Sumber Dana Proyek

  • Pinjaman Bank Dunia (IBRD)
  • Equity PT Pusri (termasuk IDC)

Pemilihan Process Licensor

Dari ketiga process licensor (Stamicarbon dari Belanda, Snamprogetti dari Italia dan ACES dari TEC , Jepang) dipilih ACES dari TEC dengan beberapa pertimbangan :

  1. Pabrik urea Pusri II existing menggunakan process Total Recycle C-Improved dari TEC
  2. Process ACES sudah diterapkan pada revamp pabrik urea yang menggunakan process total recycle C-improved dan telah berhasil dengan baik yaitu di Ulsan Korea dan Huelva, Spanyol.
  3. Sampai saat studi dilaksanakan belum ada pabrik urea yang menggunakan proses TRC-Improved dioptimalisasi/di revamp dengan menggunakan proses stamicarbon atau snamprogetti.

Penunjukan TEC sebagai kontraktor Process Design Package dan Process License disetujui oleh Pemerintah melalui Menko Ekuin dan Wasbang pada tanggal 28 Desember 1990 dengan surat persetujuan No. R-728/M.Ekuin/1990

Proyek Optimalisasi pabrik urea Pusri II dilaksanakan mulai 15 Maret 1991.

Commissioning

Commissioning adalah pekerjaan persiapan untuk start-up pabrik dan dilaksanakan secara bertahap sesuai tahapan pekerjaan konstruksi yang telah selesai. Pekerjaan commissioning meliputi pekerjaan flushing, blowing, pressure test (hydrostatic dan pneumatic test) running test, loop test, interlock system test, passivasi, dan water run test.
Pekerjaan dimulai bulan Nopember 1993 untuk masing-masing peralatan secara terpisah. Mulai 26 Januari 1994 setelah pekerjaan tie-in selesai, dilakukan commissioning system antara lain pressure test, CO2 water run test dan passivasi unit syntesa ACES sesuai prosedur. Commissioning dapat diselesaikan pada tanggal 9 Februari 1994

Start up pabrik mulai tanggal 10 Februari 1994 berpedoman pada prosedur startup dari TEC

Performance Test

Sebelum dilakukan performance test, operasi pabrik secara bertahap dinaikkan ratenya menuju 100% dan dipertahankan selama 3 hari. Dalam tahap ini dijaga kondisi operasinya sesuai kondisi desain.
Selanjutnya mulai tanggal 14 Mei 1994 dilaksanakan performance test, namun karena kurangnya suplai gas bumi sehubungan startup Pusri IB, performance test dihentikan pada tanggal 19 Mei 1994 dan kemudian dilanjutkan pada tanggal 28 Mei 1994 dan selesai pada tanggal 1 Juni 1994.
Sesuai ketentuan kontrak, performance test harus dilaksanakan 10 hari. Serah terima pabrik urea dari Tim Proyek ke Departemen Produksi dilakukan pada tanggal 20 Juli 1994 dengan Berita Acara Serah Terima No.UOP-PMPUS-0638.

Seluruh pekerjaan proyek dinyatakan selesai dengan berhasilnya performance test pada tanggal 1 Juni 1994.

 

>> Optimalisasi Amoniak Pusri II, III dan IV (AOP)

Dengan berjalannya waktu dan perkembangan teknologi khususnya dalam pembangunan pabrik pupuk di dunia saat ini dengan memperhatikan akan bahan baku gas yang sifatnya terbatas (Unrenewable) serta program konservasi energi yang sedang giat-giatnya dilaksanakan oleh pabrik-pabrik di Indonesia maka pabrik yang ada masih mempunyai peluang untuk dioptimalkan pengoperasiannya. Proyek Optimalisasi ini dilaksanakan secara "Swakelola" penuh oleh Pusri, dimana dari tahap basic engineering dan detail engineering, pengadaan konstruksi sampai dengan start up serta performance test dilaksanakan oleh tenaga-tenaga PT. Pusri.

Proyek ini telah dirintis sejak tahun 1984 dan dinyatakan efektif pada tanggal 2 Maret 1989. Dalam pelaksanaan proyek ini telah dipilih ICI Process Plant Service sebagai konsultan.

Studi Kelayakan

Studi optimalisasi amoniak Pusri II, III & IV mulai dirintis sejak akhir tahun 1983. Pada tahun 1984 Pusri dan PT Kelsri / Kellogg di Kantor MW.Kellogg Houston mengadakan studi mengenai optimalisasi yang akan dilakukan.
Berdasarkan hasil studi PT Pusri mengajukan project proposal kepada Dirjen IKD, Depprind sesuai surat No.U-602/Dir/J-84 tanggal 12 Desember 1984.
Implementasi dari hasil studi dengan Kellogg batal dilaksanakan karena Pemerintah mengharuskan Pusri untuk mengadakan tender dalam penunjukan kontraktor.

Proyek baru mendapat persetujuan dari Pemerintah melalui surat Mensekneg.
NO.2972/TPPBPP /XI/1986 tanggal l0 Nopember 1986 dengan konsep "Swakelola". Untuk memilih process licensor, Pusri mengundang beberapa perusahaan asing yang bergerak di bidang Engineering seperti Chiyoda, Haldor Top Soe A/S, ICI, Kellogg, MHI/C.ITOH dan UHDE. Dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh Tim Interdept, sesuai surat Menprind No.07/M/I/1988/RHS tang gal 16 Januari 1988 akhirnya Menteri Sekretaris Negara selaku Ketua Tim Pengendali Pengadaan Barang/Peralatan Pemerintah melalui suratnya No.R-650/TPPBPP /II/1988 tanggal 24 Pebruari 1988 memutuskan Haldor Top Soe A/S sebagai pemenang tender.

Namun pemenang tender pada saat itu dinyatakan gugur setelah dalam klaifikasi tehnis / pre-order meeting ternyata Haldor Top Soe tidak dapat memenuhi garansi sesuai dengan isi proposal dan dokumen tender Pusri.

Agar proyek ini tetap terlaksana PT Pusri telah melapor kepada Dirjen IKD melalui sur at No.U-58/Dir/J-88 tanggal 6 Juli 1988 dan kepada Bank Dunia melalui surat No.LN-015/ Dir/J-88 tanggal 15 Juli 1988 mengenai revisi pola pelaksanaan proyek secara Swakelola.

Setelah melalui beberapa tahapan akhirnya Menko.Ekuin melalui surat No. S-71/¬M.Ekuin/1989 tanggal 28 Pebruari 1989 memberikan persetujuan atas penunjukan ICI sebagai konsultan Proyek AOP II, III & IV.

Kontrak antara PT Pusri dengan ICI secara resmi ditandatangani tanggal 2 Maret 1989.

Dasat Pelaksanaan Proyek

  1. Loan Agreement No. 2879 - IND antara Pemerintah RI dan International Bank For Reconstruction and Development (IBRD) tanggal 9 Nopember 1987.
  2. Project Agreement antara IBRD dengan PUSRI tanggal 9 Nopember 1987.
  3. Subsidiary Loan Agreement No. SLA-353/DDI/1987 antara Pemerintah RI dengan PUSRI tanggal 22 Desember 1987.
  4. Subsidiary Loan Agreement No. SLA-425/DDI/1988 antara Pemerintah RI dengan PUSRI tanggal 14 Oktober 1988 mengenai Penerusan Pinjaman yang berasal dari Bank Exim II Japan.
  5. Surat Perjanjian PUSRI dengan ICI Process Plant Services No. 076/SP /DIR/1989 tanggal 2 Maret 1989.


Tujuan Proyek

Tujuan proyek adalah peningkatan kapasitas produksi pabrik amoniak Pusri II, III dan IV sebesar 20% dari kapasitas terpasang (dari 2.660 MT per hari menjadi 3.192 MT per hari) dan pengurangan energi/konsumsi gas per unit amoniak sebesar 10% (dari rata-rata 42,16 MMBTU /MT amoniak menjadi 37,62 MMBTU /MT amoniak).

Dalam peningkatan kapasitas 20% dari kapasitas terpasang tidak akan ada tambahan pemakaian gas bumi. Konsumsi gas bumi untuk pabrik amoniak tetap sebesar ± 120 juta MSCF per hari.

Modifikasi yang dilakukan

  1. Penambahan Kompresor Udara.
  2. Pemasangan Saturator System.
    Bertujuan untuk menjernihkan gas bumi yang menuju Primary Reformer sebelum gas bumi dicampur dengan process steam.
    Penghematan energi yang diperoleh adalah 0,54 - 0,57MMBTU / MT Amoniak.
  3. Pemasangan System Lo Heat Benfield.
    Bertujuan mengurangi pemakaian energi untuk pelepasan CO2 di dalam stripper yang selama ini berasal dari luar, dengan memanfaatkan panas yang ada di dalam system.
    Penghematan energi yang diperoleh adalah 1,24 - 1,76 MMBTU /MT.
  4. Modifikasi Coil pada Duct Primary Reformer.
    Bertujuan agar penyerapan panas lebih baik, sehingga kondisi proses yang diinginkan dapat tercapai, sedangkan penambahan coil baru dimaksudkan untuk menyerap panas yang ada di dalam flue gas sehingga temperatur flue gas dapat diturunkan dari 270°C menjadi 200°C.
    Penghematan energi yang diperoleh adalah 0,13 - 0,28 MMBTU /MT.
  5. Modifikasi Ammonia Converter dan Recycle Wheel Syn Gas Compressor. Bertujuan mengubah arah aliran gas yang selama ini merupakan aliran axial menjadi axial/radial dengan cara melakukan modifikasi pada internal part.
    Keuntungan yang diperoleh adalah menurunnya pressure drop. Dengan demikian dapat menggunakan katalis ukuran yang lebih kecil.
    Penghematan energi yang diperoleh adalah 0,98 - 1,03 MMBTU /MT.
  6. Penambahan BFW Preheater.
    Bertujuan untuk mere cover panas yang ada di dalam process gas yang menuju ke low temperature shift converter.
    Penghematan energi yang diperoleh adalah 0,15 MMBTU /MT.
  7. Optimalisasi Pengoperasian Pabrik.
    Bertujuan untuk mengoperasikan pabrik dengan lebih efisien

Pelaksanaan Proyek

Pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh ICI dan Pusri meliputi ; Evaluation study, Proces Design Package, Basic Engineering, Detail Engineering, Procurement, Construction, Commissioning/ Start-up, Performance test, dan Guarantee untuk process performance dan schedule.

Penyelesaian Konstruksi

Pembangunan proyek optimalisasi dijadwalkan semula akan selesai tahun 1991, namun karena penyelesaian konstruksi proyek harus bersamaan dengan TA masing-masing pabrik, maka proyek baru dapat diselesaikan pada tahun 1993.
Konstruksi dilakukan dalam 2 tahap yaitu konstruksi yang dapat dilakukan pada saat pabrik sedang beroperasi normal (pre shut down construction) dan konstruksi yang harus dilakukan pada waktu pabrik sedang shut down atau sedang melakukan perbaikan tahunan (TA).

Pekerjaan yang dilakukan pada saat pre shut down construction adalah :

  • Pembuatan pondasi (flash tank 119-F, LTS effluent exchanger 1155-C, pipe rack)
  • Pemasangan peralatan
  • Sistem perpipaan
  • Sistem kelistrikan dan instrument
  • Steel structure

Kegiatan yang dilaksanakan pada masa konstruksi adalah :

  • Modifikasi internal ammonia converter dan penggantian katalis
  • Modifikasi di convection section 101-B
  • Modifikasi recycle wheel HP case l03-J
  • Pekerjaan di stripper 1102-E
  • Penggantian katalis secondary reformer
  • Tie-in sistem perpipaan, listrik dan instrumen.

Hasil Proyek AOP

  1. Setelah implementasi Proyek AOP Pusri IV selesai (kecuali kompressor udara), diperoleh hasil yang cukup baik, yaitu kenaikan produksi amoniak mencapai 17% dari target 20% dan penurunan konsumsi energi per ton amoniak mencapai 12,5% dari target 10%.
  2. Pada saat start-up AOP Pusri III, masih terdapat permasalahan dengan bocornya secondary saturator coil yang dibeli dari Foster Wheeler Inggeris. Akibat kebocoran ini penghematan energi yang dicapai sementara di Pusri III sedikit lebih rendah dari Pusri IV.
  3. Target Proyek AOP saat ini belum seluruhnya dapat dicapai sesuai rencana.
    Pada saat ini performance yang telah dicoba di masing-masing pabrik adalah sebagai berikut:
    • Pusri II didapat penghematan 5,90%
    • Pusri III didapat penghematan 5,81%
    • Pusri IV didapat penghematan 12,47%

 

Untitled Document